Bun, Jika Anak Pertama Rewel Terus Saat Tahu Dirinya Akan Segera Mempunyai Adik. Lakukan 3 Hal Berikut!

Advertisement

Bun, Jika Anak Pertama Rewel Terus Saat Tahu Dirinya Akan Segera Mempunyai Adik. Lakukan 3 Hal Berikut!

DJ Site | Blogger Serabutan
Monday, 29 July 2019


Memiliki anak lebih dari satu merupakan suatu kebahagiaan bagi sebuah keluarga. Namun tak jarang para Bunda yang sedang mengandung anak kedua menemui beberapa permasalahan dengan anak pertamanya. Anak pertama seringkali menjadi lebih rewel dan manja, tidak seperti saat Bunda belum mengandung adiknya. 

Mengapa demikian?

Hal ini disebabkan karena anak pertama merasa terancam dengan adiknya yang akan segera lahir. Anak pertama merasa bahwa adiknya nanti akan merebut perhatian sang ibu darinya, sehingga perasaan seperti ini  membuatnya memiliki insecure feeling atau perasaan tidak aman dengan akan hadirnya seorang adik. Ditambah lagi dengan perubahan sikap Bunda yang seolah-olah lebih mementingkan kehamilan sehingga waktu untuk anak pertama yang semula tercurah sepenuhnya menjadi terbagi.

Perasaan tidak aman ini sebaiknya segera Bunda sadari dan atasi sehingga kondisi perasaan anak pertama yang semula adalah insecure menjadi secure feeling atau perasaan aman. Lalu apa yang harus Bunda lakukan agar perasaan anak sulung menjadi aman dengan akan hadirnya seorang adik. 

Berikut 3 hal yang bisa Bunda lakukan:

1. Jelaskan dengan bahasa yang mudah dimengerti, bahwa di perut Bunda ada seorang adik bayi yag nantinya dapat ia sayang dan dapat ia ajak bermain bersama. Ceritakan hal-hal menyenangkan yang akan terjadi jika adiknya nanti sudah lahir. Hal ini dapat membuat anak memberikan persepsi yang positif kepada adiknya, dan tidak merasa bahwa kehadiran seorang adik hanyalah sebuah ancaman yang dapat merebut perhatian ibu darinya.

2. Sebisa mungkin jangan tunjukkan perbedaan sikap Bunda sebelum dan setelah mengandung anak kedua di depan si sulung. Misalnya jika sebelum mengandung anak kedua, Bunda seringkali bermain dan mengurus keperluan pribadi anak pertama (seperti makan dan mandi), maka Bunda harus tetap melakukan hal yang sama ketika mengandung anak kedua. Hal ini bertujuan agar anak pertama merasa sikap dan perhatian Bunda tetap ada untuknya walaupun adiknya akan lahir.

3. Libatkan anak pertama dalam hal mempersiapkan kelahiran adiknya. Misalnya ketika mempersiapkan baju bayi. Keterlibatan anak pertama disini bertujuan untuk menumbuhkan perasaan dibutuhkan dalam diri anak pertama. Ia akan merasa bahwa kehadirannya dihargai dan dapat diandalkan oleh Bunda, sehingga rasa senang ketika adiknya lahir diharapkan dapat muncul dalam diri anak pertama.

Bunda dapat melakukan ketiga hal diatas untuk memunculkan perasaan aman pada anak pertama ketika Bunda sedang mengandung anak kedua, dimana perasaan tersebut amat penting untuk dimiliki anak pertama agar nantinya tercipta hubungan yang semakin erat antara anak pertama dengan Bunda, dan anak pertama dengan adiknya.

GPL